mediafaktualhukum.Id
Jumat, 24 Juli 2026 – 18:44 WIB
Tulang Bawang Barat
Ragem Sai Magei Wawai.
MFH.Id Tubaba
Enam warga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, menerima bantuan kewirausahaan dari Balai Sentra Wyata Guna Bandung, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Bantuan tersebut diberikan sebagai dukungan pengembangan usaha produktif dengan nilai Rp3 juta per penerima. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperkuat usaha yang dijalankan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Penyaluran bantuan dilakukan pada
Jumat (24/07/2026)
dengan pendampingan Dinas Sosial Kabupaten Tubaba. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tubaba Sri Sayekti, A.Ks., M.M., Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Arbi Matdani, S.Kep., M.M., serta para pendamping program.
Berbeda dengan bantuan tunai, bantuan kewirausahaan ini diberikan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan dan jenis usaha masing-masing penerima. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan dapat tepat sasaran dan benar-benar menjadi modal pengembangan usaha.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tubaba, Sri Sayekti, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pemberdayaan sosial dari Kemensos RI untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha yang telah dimiliki.
“Bantuan ini menjadi stimulus bagi penerima manfaat agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” ujar Sri Sayekti.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Tubaba, Arbi Matdani, menyampaikan bahwa pihaknya bersama pendamping akan melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan bantuan tersebut.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar bantuan digunakan sesuai kebutuhan usaha. Harapannya, usaha penerima manfaat dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Program kewirausahaan Kemensos RI ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan usaha produktif, sehingga penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi ucapnya.(Red)






