Tubaba Memikat Desainer Dunia Naoto Fukasawa Tubaba Bak Syurga”

mediafaktualhuhum.Id
Selasa, 4 Agustus 2026 – 15:33 WIB

Naoto Fukasawa tengah menikmati Tari Nenemo yang dipentaskan di Komplek Baduy, Uluwan Nurik,

Tulang Bawang Barat
berjuluk badek
Ragem Sai Magei Wawai

MFH.Id.Panaragan Jaya
Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, kembali menarik perhatian dunia internasional melalui kunjungan desainer produk ternama asal Jepang, Naoto Fukasawa. Kehadirannya di Tubaba menjadi bagian dari rangkaian eksplorasi desain, arsitektur, budaya, serta penguatan jejaring kreatif yang berkembang di daerah tersebut.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) itu mempertemukan Naoto Fukasawa dengan sejumlah pelaku kreatif dan profesional, didampingi Bupati Tubaba 2014-2022 Umar Ahmad, SP, dan Wakil Bupati saat ini Nadirsyah. Momen tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara perspektif desain global dengan nilai-nilai lokal yang selama ini tumbuh dan berkembang di Tubaba.

Dalam dialognya, Naoto Fukasawa menyoroti pentingnya memikirkan masa depan secara bijaksana. Menurutnya, kemajuan tidak semata-mata diukur dari kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, tetapi dari arah dan tujuan yang ingin dicapai.

“Semua orang bicara tentang masa depan. Tapi kita perlu berhati-hati, masa depan seperti apa yang sebenarnya ingin kita buat,” ujar desainer kelahiran Jepang tersebut.

Selama berada di Tubaba, Naoto mengunjungi sejumlah titik yang menjadi representasi identitas daerah, di antaranya Rumah Baduy, Sekolah Seni Tubaba, Studio Keramik Tanoh Nughik, Islamic Center Tubaba, dan Taman Seribu Batu Las Sengok. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk melihat secara langsung bagaimana budaya, ruang publik, dan kreativitas masyarakat saling terhubung.

Meski pertama kali tiba saat malam hari, Naoto mengaku langsung merasakan atmosfer kehidupan yang kuat di Tubaba. Setelah mengenal kawasan tersebut lebih dekat, ia menyebut Tubaba sebagai tempat yang ideal.

“Bagi saya, ini seperti surga,” ungkapnya.

Sebagai salah satu desainer produk paling berpengaruh di dunia, Naoto mengaku kini lebih berhati-hati dalam menciptakan karya. Ia menilai desain seharusnya tidak hanya menghasilkan objek baru, tetapi juga memberi manfaat nyata tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, manusia dan alam merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, setiap langkah menuju masa depan harus tetap menjaga keseimbangan dengan alam.

“Kita tidak boleh berhenti menciptakan masa depan. Tapi masa depan itu harus lebih baik, dan kita tidak boleh meninggalkan alam,” pesannya.

Lebih dari sekadar agenda kunjungan, kehadiran Naoto Fukasawa menjadi momentum lahirnya dialog antara pemikiran desain kelas dunia dengan kearifan lokal yang dimiliki Tubaba.

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Tubaba menghadirkan perspektif bahwa kemajuan tidak selalu berarti menjauh dari alam. Justru, masa depan yang berkelanjutan adalah masa depan yang tumbuh berdampingan dengan lingkungan dan nilai-nilai kehidupan yang telah mengakar di masyarakat ucapnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *