mediafaktualhukum.Id
Tulang Bawang Barat
Ragem Sai Magei Wawai.
MFH.Id -Tubaba
Siapkan Pilkati Serentak di 26 Tiyuh dengan Dana Rp400 Juta
26 tiyuh di Tulang Bawang Barat dipastikan akan menggelar Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Serentak Tahun 2026 Sebanyak 26 tiyuh di Tulang Bawang Barat dipastikan akan menggelar Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Serentak Tahun 2026 pada 22 Oktober mendatang.
(29/6/2026)
diterbitkan kembali
bulan lalu oleh MFH.Id. (05/08/2026).
Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mulai memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta guna mendukung seluruh tahapan pemilihan.
Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) Pilkati Serentak 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Selasa 26 Mei 2026, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, camat, kepala tiyuh, hingga Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) dari wilayah penyelenggara.
Pelaksanaan Pilkati serentak tersebut menjadi tindak lanjut berakhirnya masa jabatan sejumlah kepala tiyuh yang habis pada akhir 2026 hingga awal 2027. Karena itu, pemerintah daerah menilai seluruh tahapan harus dipersiapkan sejak dini agar proses demokrasi berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tubaba, Untung Budiono, mengatakan rakor menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak dalam pelaksanaan Pilkati.
“Hal-hal kecil harus diperhatikan jangan sampai ada persoalan di kemudian hari sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejumlah aspek yang harus menjadi perhatian di antaranya kelengkapan administrasi pencalonan, keabsahan dokumen, batas usia calon, validitas daftar pemilih, hingga domisili bakal calon kepala tiyuh.
Selain kesiapan administrasi, aparat keamanan juga mulai memetakan potensi kerawanan selama tahapan Pilkati berlangsung. Sat Intelkam Polres Tubaba menyebut Pilkati memiliki tingkat kerentanan tinggi karena berkaitan langsung dengan dinamika masyarakat di tingkat tiyuh.
Kasat Intel Polres Tubaba, Fery Yuliansyah, mengatakan pengawasan akan diperketat terhadap potensi gangguan kamtibmas, praktik politik uang, perjudian, hingga kemungkinan konflik sosial. Bahkan, aparat kepolisian turut menyiapkan patroli siber guna memantau media sosial dari berbagai potensi provokasi maupun ujaran kebencian.
“Ujaran kebencian dan provokasi di media sosial akan ditindak sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Pabung 0412/LU Mayor Infanteri Gus Amirul Amin meminta panitia memasang banner berisi tahapan serta ketentuan Pilkati di balai tiyuh agar masyarakat lebih memahami proses pemilihan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang bertindak sebagai provokator maupun mengerahkan massa yang berpotensi mengganggu keamanan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba, Sofiyan Nur, menjelaskan tahapan Pilkati telah disusun melalui keputusan bupati. Tahapan dimulai sejak Mei 2026 dengan pembentukan panitia, kemudian dilanjutkan pendaftaran bakal calon pada 20–28 Juli 2026, masa kampanye 12–14 Oktober 2026, hingga pemungutan suara pada 22 Oktober 2026.
Sebanyak 26 tiyuh peserta Pilkati tersebar di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tumijajar, Tulang Bawang Udik, Gunung Terang, Gunung Agung, Way Kenanga, Lambu Kibang, dan Batu Putih.
Menurut Sofiyan, pemerintah daerah telah mengalokasikan bantuan keuangan sekitar Rp400 juta melalui APBD untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan Pilkati, mulai dari surat suara, bilik suara, pengamanan, hingga kebutuhan teknis lainnya.
Anggaran tersebut disusun berdasarkan jumlah pemilih yang mencapai 62.290 jiwa dengan total 134 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dari seluruh tiyuh peserta Pilkati, Tiyuh Pulung Kencana di Kecamatan Tulang Bawang Tengah menjadi penerima bantuan terbesar karena memiliki 7.440 pemilih dan 15 TPS, sehingga memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp47,7 juta.
Selain dukungan APBD, pembiayaan tambahan juga bersumber dari APB Tiyuh dengan estimasi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per mata pilih, menyesuaikan kemampuan keuangan masing-masing tiyuh.
“Penggunaan APB Tiyuh dalam Pilkati ini untuk pengeluaran operasional di luar surat suara, kotak suara, bilik suara, dan barang cetakan,” jelas Sofiyan.
Ia menambahkan, seluruh pelaksanaan Pilkati Serentak 2026 mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk regulasi terkait desa, pemerintahan daerah, serta keputusan bupati mengenai jadwal dan pembiayaan Pilkati.
Dengan kesiapan regulasi, dukungan anggaran, serta penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkab Tubaba berharap Pilkati Serentak 2026 dapat berlangsung aman, tertib, demokratis, dan melahirkan kepala tiyuh yang mampu mendorong pembangunan daerah ucapnya.(Red)






